Category: information
Spoiler
Yang pernah ikut forum pasti tau spoiler kan??? yang digunakan untuk meyembunyikan teks yang terlalu panjang atau bersifat opsional (bisa dilihat atau tidak).
Nah, berikut ini cara membuatnya
:
<div> <input type=”button” value=”Show“ style=”margin:0px;padding:0px;” onclick=”if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(’div’)[1].getElementsByTagName(’div’)[0].style.display != ”) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(’div’)[1].getElementsByTagName(’div’)[0].style.display = ”;this.innerText = ”; this.value = ‘Hide‘; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(’div’)[1].getElementsByTagName(’div’)[0].style.display = ‘none’; this.innerText = ”; this.value = ‘Show‘; }” type=”button” value=”Show” /></pre><div style=”background: #CCCCCC; margin: 10px auto; border: 1px solid #000; padding: 5px;”>
<div style=”display: none;”>isi spoiler</div>
</div>
kalo ga mau susah-susah memakai kode di atas, ternyata di wordpress sudah ada plugin yang disediakan untuk membuat spoiler. Dapat di download di sini.
Hasilnya dapat dilihat seperti ini :
Show ▼
Nah, habis download plugin lalu install, setelah diinstall bisa langsung dipake ko’.
thx 4 reading
Bermasalah dengan screen resolution ubuntu 8.04 yg pake monitor Samsung?
Sedikit crita aja, kemaren saya punya masalah dengan resolusi ubuntu 8.04 saya yang make monitor Samsung SyncMaster 591sg yang ada di sekre HMIF (bener ga ya?, ntar dicek lagi…he3). Tiba2 aja abis dihidupkeun saya kaget (halah2), karena ubuntu saya jadi raksasa,he3.
Trus saya mw ubah resolusinya biar lebih enak diliat pake menu System-Preferences-Screen Resolution, karena pusing juga tu liat icon2 raksasa. Eh, ga bisa, paling mentok cuma 800×600. Read More
Koneksi vpn di Fedora 9

Ternyata untuk koneksi vpn di Fedora ga susah ko’
Ni langkah2nya…
1.Cari file untuk installer vpnnya misal vpn.tar.gz
2.Setelah itu extract file itu…biasanya akan jadi 1 folder vpn
3.Folder itu berisi:
-folder ppp-mppe
-folder pptp-linux
-folder pptp-vpn
-file INSTALL
-file README
-file runme.sh
4.Setelah itu langsung jalankan aja runme.sh engan perintah ./runme.sh jangan lupa untuk baca manual instalasinya yak…
5.Setelah selesai instalasi maka buka file /etc/ppp/chap-secrets dan /etc/conf.d/ifcfg-pptp0
6.Maka tinggal lakukan konfigurasi buat vpn kamu…
Langkah2 membuat repository di ubuntu
1. Copy semua cd atau dvd anda ke hardisk
2. setelah anda copy semua filenya seharusnya susunan direktorinya sbb :
Direktori letak anda mencopy
—pool
——-main
——— file2 installer
——-multiverse
——— file2 installer
——-restricted
——— file2 installer
——-universe
——— file2 installer
—dist
——-feisty
———–main
—————-binary-i386
——————–Packages.gz
———–multiverse
—————-binary-i386
——————–Packages.gz
———–restricted
—————-binary-i386
——————–Packages.gz
———–universe
—————-binary-i386
——————–Packages.gz
dst….
3. lakukan perintah scanpackage
root@lion:/home/ubrep/feisty# dpkg-scanpackages pool/main /dev/null | gzip -9c > dists/feisty/main/binary-i386/Packages.gz
root@lion:/home/ubrep/feisty# dpkg-scanpackages pool/multiverse /dev/null | gzip -9c > dists/feisty/multiverse/binary-i386/Packages.gz
root@lion:/home/ubrep/feisty# dpkg-scanpackages pool/restricted/ /dev/null | gzip -9c > dists/feisty/restricted/binary-i386/Packages.gz
root@lion:/home/ubrep/feisty# dpkg-scanpackages pool/universe/ /dev/null | gzip -9c > dists/feisty/universe/binary-i386/Packages.gz
4. update source list dengan menambahkan baris berikut (letak file : /etc/apt/source.list)
Read More
Bash Scripting…
bash scripting, sebenarnya hanyalah suatu batch programming, dimana user/sistem hanya menyusun dan menjalankan tools yang telah tersedia dengan menggunakan dasar pemrograman standar di dalam suatu file teks yang executable. fungsi if, case, while dsb (fungsi standar bahasa pemrograman) ada disini.
syntax dasar penulisan bahasa pemrograman ini : semua file bash script harus diawali dengan :
#!/bin/bash
Gnome atau KDE? mana yang lebih baik???
Gnome dan KDE bukan semata-mata merupakan Windows Manager. Terlebih dari itu GNome dan KDE merupakan dua Desktop Environment utama pada lingkungan sistem operasi Linux. Istilah Desktop Enviromnet sendiri mengandung makna sebagai sebuah lingkungan kerja saat kita berinteraksi dengan operating system komputer, yang berisi rangkaian program dan aplikasi yang bisa bekerja secara bersama-sama membentuk lingkungan kerja penuh fasilitas. Dalam sebuah Desktop Environment terdapat Windows Manager yang mengatur letak dan cara window-window ditampilkan dalam sebuah workspace.
Pada lingkungan Linux Gnome dan KDE merupakan Desktop Environment utama yang sering digunakan sebagai default Desktop pada distro-distro Linux. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Gnome dan KDE kaya akan fitur, kaya akan software / aplikasi terpadu yang masih bisa dipisah-pisahkan. Untuk mengatur window pada workspace, Gnome menggunakan metacity, sedangkan kwin digunakan oleh KDE. Namun bila kita menghendaki yang lain selain default window manager tersebut, dengan mudah kita bisa melakukannya. Hal ini karena sifat Linux adalah fleksible, kita bisa membuat / meng-customize desktop sesuai dengan selera kita. Gnome dan KDE merupakan rangkaian program aplikasi yang bekerja secara kompak yang dibuat untuk memberikan pengalaman lebih bagi usernya. Jika Anda tidak menyukai satu bagian tertentu, dengan mudah kita menggantinya dengan yang lainnya yang lebih baik dan sesuai selera.
LXDE, Desktop Ringan untuk Linux
Konferensi LinuxWorld di San Francisco tengah berlangsung dan gOS, distro Linux yang mulai naik daun belakangan ini telah merilis versi baru. Perubahan paling signifikan dari versi terbaru ini adalah desktop environment baru yang menggunakan LXDE (Lightweight X11 Desktop Environment) menggantikan Enlightenment. Dan gOS bukan satu-satunya distro yang mulai menggunakan LXDE, ada beberapa distro ringan lain yang sudah mulai berpindah ke LXDE dari Gnome atau bahkan XFCE, termasuk Ubuntulite.
Karena Linux terbukti populer dipakai di netbook maupun produk ULPC (Ultra Low Cost PC), tidak heran apabila vendor mencari alternatif ringan untuk Gnome, sesuatu yang cocok untuk dipakai di perangkat keras segmen bawah tanpa mengorbankan terlalu banyak fungsionalitas.
Dari segi fitur, LXDE tidak jauh kalah dari Gnome. Semua hal yang paling penting seperti tabbed file manager, session manager, tampilan menarik, terminal, teks editor, semuanya telah ada di LXDE, akan tetapi framework yang digunakan sangat efisien dan dapat bekerja di perangkat keras dengan spesifikasi jauh lebih rendah.
Di bawah ini adalah beberapa screenshot dari gOS yang menunjukkan kapabilitas untuk memberikan tampilan menarik yang tidak kalah dari Gnome ataupun KDE.
Edit File PDF Dengan OpenOffice 3.0
Terkadang kita pernah dihadapkan pada situasi di mana sebuah dokumen PDF yang dikirim seseorang harus di-edit/modifikasi karena dokumen aslinya tidak tersedia dalam format Word. Salah satu aplikasi gratis yang dapat melakukan tugas ini adalah versi terbaru OpenOffice 3.0.
Versi mutakhir dari OpenOffice adalah OpenOffice 3.0 yang masih berada dalam versi Beta 2 saat tulisan ini dibuat) dan dengan menambahkan sebuah Extension PDF Import, OpenOffice dapat membuka file PDF dalam aplikasi OpenOffice Draw dan Impress untuk dapat dimanipulasi.
Cara pemakaian
- Instal OpenOffice 3.0 yang tersedia di sini
- Unduh dan instal Sun PDF Import Extension
- Buka salah satu aplikasi OpenOffice seperti Writer, pilih menu Tools –> Extension Manager dan tambahkan extension yang baru diunduh tadi
Setelah instalasi Sun PDF Import Extension selesai cobalah buka sebuah file PDF menggunakan OpenOffice Maka otomatis akan di import dan dibuka oleh aplikasi Draw. Dari sinilah dokumen PDF di-edit dan disimpan kembali dalam format PDF setelah selesai.
20 Perusahaan Game Berpenghasilan Terbesar
Game bukan lagi sekedar hiburan bagi segala kalangan umur, tetapi juga sudah menjadi sebuah bisnis raksasa yang terus berkembang setiap tahunnya. Di bawah ini, terdapat 20 urutan pendapatan dariperusahaan yang bergerak dalam dunia game. Siapa yang menempati urutan pertama?













